“IFP (di sini) tidak pernah tidak terpakai, bahkan terkadang sampai rebutan. (Karena) hanya dengan satu papan layar, kami sudah bisa melaksanakan pembelajaran interaktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa sejak kehadiran IFP siswa kini lebih berani dan semangat untuk mencoba simulasi langsung di depan kelas. Ulfa berharap, penerapan IFP disertai dengan pelatihan bagi guru untuk membuat konten IFP tersebut.
“Harapan kami jumlahnya ditambah biar dapat menunjang setiap kelas. Guru-guru juga semoga bisa diberikan pelatihan membuat konten, sehingga di dalam IFP terdapat konten karya guru itu sendiri,” pungkasnya. (Kemendikdasmen.go.id)